Senin, 18 April 2011

KISI-KISI TEORI KEJURUAN TKJ

Satuan Pendidikan : Sekolah Menengah Kejuruan

Kompetensi Keahlian : Teknik Komputer dan Jaringan

Kode : 2063

Alokasi Waktu : 120 menit

Source and Full : http://smkn3bpp.blogspot.com/2011/02/kisi-kisi-teori-kejuruan.html

Software - Sistem Operasi Windows dan Linux

Operasi sistem yang digunakan dalam jaringan bermacam-macam. Yang paling populer adalah Linux dan Microsoft Windows.
Jika ingin membuat sebuah jaringan Workgroup, dapat menggunakan sistem operasi Windows 95, Windows 98, atau Windows ME. Untuk lebih baiknya, direkomendasikan untuk menggunakan sistem operasi Windows XP atau Windows 2000 Server. Untuk sistem operasi server. Lebih baik lagi jika menggunakan Microsoft Windows Server 2003. Dengan sistem operasi tersebut, seseorang telah dapat merancang jaringan LAN.

Ada beberapa fitur yang harus dimiliki sebuah sistem operasi untuk server, sebagai berikut:
a.) Realtime
Artinya adalah sistem operasi harus mendukung aplikasi yang realtime.
b.) Security
Artinya adalah sistem operasi harus memiliki fitur keamanan untuk mencegah penyerangan atau penyalahgunaan pihak luar.
c.)Reliabilitas
Artinya adalah sistem operasi harus dapat beroperasi 24 jam sehari 7 hari seminggu 365 hari setahun tanpa gangguan.
d.) Skalabilitas
Artinya adalah, jika diperlukan penambahan kemampuan maka sistem operasi harus mampu melakukan upgrade hardware seperti prosesor, memori, hard disk.

Meski Microsoft Windows unggul dalam GUI (grafis), akan tetapi ada beberpa kelemahan sistem operasi server ini, antara lain sebagai berikut:
a.) Implementasi untuk sistem keamanan masih sangat rendah, sehingga rentan terkena serangan dari luar
b.) Lisensi Microsoft sangat mahal dan akan bertambah mahal jika ada penambahan node.
c.) API Windows selalu bertambah di setiap versinya, setiap ada perubahan pada API-nya menyebabkan beberapa aplikasi tidak berjalan.

Sedangkan Linux memiliki beberapa kelebihan untuk dijadikan sistem operasi server, antara lain sebagai berikut:
a.) Linux memiliki lisensi gratis
b.) Dukungan vendor aplikasi terhadap linux semakin meningkat
c.) Linux bersifat portabel, dapat berjalan di semua platform komputasi yang ada
d.) Linux relatif lebih aman dan stabil karena didukung adanya komunitas open source untuk hal ini.

Komponen Jaringan

Network Interface Card (NIC)
NIC adalah kartu jaringanyang berupa papan elektronik yang akan dipasang pada setiap komputer yang terhubung pada jaringan. Saat ini, banyak sekali jenis kartu jaringan. Akan tetapi, ada beberapa hal yang perlu diketahui dari kartu jaringan seperti tipe kartu, jenis protokol dan tipe kabel yang didukungnya.
Dengan perkembangan PC dan mainboard, maka tipe solt dan expansion slot pun bermacam-macam. Akan tetapi pada modul ini cukup dibahas mengenai ISA dan PCI. Ketika membeli komputer (khususnya komputer rakitan), tidak semua slot terisi. Slot yang kosong dapat digunakan untuk melakukan pemasangan kartu tambahan (mis: kartu suara, modem internal, atau kartu jaringan). Untuk membedakan slot ISA dan PCI tidak begitu sulit. Jika casing komputer dibuka, slot ISA biasanya berwarna hitam, sedangkan PCI berwarna putih. Untuk slot yang bewarna coklat umumnya adalah slot AGP.

Untuk protokol jaringan, ada beberapa protokol untuk sebuah kartu jaringan seperti Ethernet, Fast Ethernet, Token Ring, FDDI, dan ATM. Jenis Ethernet atau Fast Ethernet sering digunakan:

a.) 10Base2
10Base2 dikenal dengan thin ethernet karena menggunakan kabel koaksial jenis thin atau disebut dengan cheapernet. 10Base2 menggunakan topologi bus1.

b.) 10Base5
10Base5 dikenal dengan thick ethernet karena menggunakan kabel koaksial jenis thick. Topologi yang digunakan juga sama dengan 10Base2, yakni topologi bus.

c.) 10BaseF
10BaseF menggunakan serat optik. 10BaseF jarang digunakan karena biaya yang mahal dan pemasangannya yang sulit. Biasanya, jenis ini digunakan untuk penghubung (link) antarsegmen. Hal ini disebabkan kemampuan jaraknya yang dapat mencapai hingga 200 meter. Spesifikasi dari 10BaseF identik dengan 10BaseT.

d.) 100BaseT
100BaseT disebut sebagai fast ethernet atau 100BaseX. Ethernet ini memiliki kecepatan 100Mbps. Ada beberapa tipe 100BaseT berdasarkan kabel yang digunakan.
 100BaseT4 memakai kabel UTP kategori 3, 4, atau 5. Kabel yang digunakan ada 4 buah
 100BaseTX, memakai kabel UTP kategori 5 dan kabel yang dipakai hanya dua pasang
 100BaseFX, menggunakan kabel serat optik
Pada 100BaseT yang menggunakan kabel koaksial, maksimum total panjang kabel yang menggunakan hub Class II yaitu 205 meter dengan 100 meter panjang segmen dan 5 meter adalah panjang kabel untuk menghubungkan hub ke hub. Sementara itu untuk 100BaseFX dengan menggunakan 2 repeater bisa mencapai 412 meter, dan panjang dengan serat optik dapat mencapai 2000 meter.

e.) 100VG-AnyLAN
100VG-AnyLAN bukan ethernet murni karena metode akses medianya berdasarkan demand priority. 100VG-AnyLAN bisa digunakan dengan sistem frame ethernet atau frame token ring. Kabel yang digunakan adalah UTP kategori 3 atau 5. TIdak seperti ethernet biasa yang menggunakan kabel UTP panjang maksimum segmennta 100 meter, pada 100VG-AnyLAN jika yang dipakai adalah UTP kategori 5 maka panjang maksimum segmennya bisa sampai 150 meter, sedangkan yang memakai kabel serat optik panjang maksimum segmennya 2000 meter.

Hub
Hub adalah suatu perangkat yang memiliki banyak port. Hub akan menghubungkan beberapa node (komputer) sehingga akan membentuk suatu jaringan dengan topologi star. Pada jaringan yang umum, sebuah port akan menghubungkan hub dengan komputer Server. Sementara itu port yang lain digunakan untuk menghubungkan hub dengan node-node.

Penggunaan hub dapat dikembangkan dengan mengaitkan suatu hub ke hub lainnya. Sedangkan dari segi pengelolaannya, HUB dibagi menjadi dua jenis, sebagai berikut:

a.) Hub manageable
Hub jenis ini bisa dikelola dengan software yang ada di bawahnya.
b.) Hub non-managable
Hub jenis ini pengelolaannya dilakukan secara manual.

Hub hanya memungkinkan user untuk berbagi jalur yang sama. Pada jaringan tersebut, tiap user hanya akan mendapatkan kecepatan dari bandwith yang ada. Misalkan jaringan yang digunakan adalah Ethernet 10 Mbps dan pada jaringan tersebut tersambung 10 unit komputer. Jika semua komputer tersambung ke jaringan secara bersamaan, maka bandwith yang dapat digunakan oleh masing-masing user rata-rata adalah 1 Mbps.

Repeater
Repeater hampir sama seperti Hub. Repeater menggunakan topologi bus, yang bekerja memperkuat sinyal agar lalu lintas data dari workstation (client) ke server atau sebaliknya lebih cepat jika jaraknya semakin jauh. Dengan repeater ini, jaringan dan sinyal akan semakin kuat, apalagi jika kabel yang digunakan adalah jenis koaksial.

Bridge (jembatan)
Bridge, sesuai dengan namanya, berfungsi menghubungkan beberapa jaringan yang terpisah, untuk jaringan yang sama maupun berbeda. Bridge memetakan alamat jaringan dan hanya memperbolehkan lalu lintas data yang diperlukan. Ketika menerima sebuah paket, bridge menentukan segmen tujuan dan sumber. Jika segmennya sama, maka paket akan ditolak. Bridge juga dapat mencegah pesan rusak agar tidak menyebar keluar dari suatu segmen.

Switch
Switch dikenal juga dengan istilah LAN switch merupakan perluasan dari bridge. Ada dua buah arsitektur switch, sebagai berikut:

a.) Cut through
Kelebihan dari arsitektur switch ini terletak pada kecepatan, karena pada saat sebuah paket datang, switch hanya memperhatikan alamat tujuan sebelum diteruskan ke segmen tujuannya.

b.) Store and forward
Switch ini menerima dan menganalisa seluruh isi paket sebelum meneruskannya k etujuan dan untuknya memerlukan waktu. Keuntungan menggunakan switch adalah karena setiap segmen jaringan memiliki bandwith 10 Mbps penuh, tidak terbagi seperti pada hub.

VDSL
Very high-bit-rate Digital Subscriber Line port merupakan alat yang berguna sebagai converter dari label UTP ke kabel telepon. VDSL biasanya digunakan untuk menghubungkan jaringan LAN yang jaraknya kurang dari 500 meter. Untuk menggunakannya harus sepasang, satu dipasang di Switch atau Hub yang berhubungan dengan server. Sedangkan yang satu lagi, dipasang di Switch atau Hub yang berhubungan dengan client.

Wireless
Ada bermacam-macam merk dan jenis dari wireless. Beberapa notebook sudah memasang wireless secara otomatis. Untuk memanfaatkan wireless yang sudah ada di komputer atau memasang sebagai kartu jaringan, user harus memiliki Hub atau Switch yang ada fasilitas wirelessnya.

Router
Cara kerja router mirip dengan switch dan bridge. Perbedaannya, router adalah penyaring atau filter lalu lintas data. Penyaringan dilakukan dengan menggunakan protokol tertentu. Router bukanlah perangkat fisikal, melainkan logikal. Misalnya sebuah IP router dapat membagi jaringan menjadi beberapa subnet sehingga hanya lalu lintas yang ditujukan untuk IP adress tertentu yang dapat mengalir dari suatu segmen ke segmen lainnya.

Kabel jaringan
Kabel jaringan yang biasanya digunakan untuk suatu jaringan antara lain adalah UTP (unshielded twisted pair), koaksial, dan serat optik. Sesuai dengan perkembangan Hub, penggunaan kabel UTP lebih sering dipilih. Hal ini dikarenakan harganya yang tidak mahal dan kemampuannya yang dapat diandalkan.

a.) Twisted Pair Cable (UTP)
Ada dua buah jenis kabel UTP yakni shielded dan unshielded. Shielded adalah kabel yang memiliki selubung pembungkus. Sedangkan unshielded tidak memiliki selubung pembungkus. Untuk koneksinya digunakan konektor RJ11 atau RJ-45.
UTP cocok untuk jaringan dengan skala dari kecil hingga besar. Dengan menggunakan UTP, jaringan disusun berdasarkan topologi star dengan hub sebagai pusatnya. Kabel ini umumnya lebih reliable dibandingkan dengan kabel koaksial. Hal ini dikarenakan Hub memiliki kemampuan dara error correction yang akan meningkatkan kecepatan transmisi. Ada beberapa kategori dari kabel UTP. Yang paling baik adalah kategori 5. Ada dua jenis kabel, yakni straight-through dan crossed. Kabel Straight-through dipakai untuk menghubungkan komputer ke Hub, komputer ke Switch atau Switch ke Switch. Sedangkan kabel crossed digunakan untuk menghubungkan Hub ke Hub atau Router ke Router. Untuk kabel kategori 5, ada 8 buah kabel kecil di dalamnya yang masing-masing memiliki kode warna. Akan tetapi hanya kabel 1,2,3,6. Walaupun demikian, ke delapan kabel tersebut semuanya terhubung dengan jack. Untuk kabel straight-through, kabel 1, 2, 3, dan 6 pada suatu ujung juga di kabel 1,2,3, dan 6 pada ujung lainnya. Sedangkan untuk kabel crossed, ujung yang satu adalah kebalikan dari ujung yang lain ( 1 menjadi 3 dan 2 menjadi 6).

b.) Kabel koaksial
Media ini paling banyak digunakan sebagai media LAN, meski lebih mahal dan lebih sukar dibanding dengan UTP. Kabel ini memiliki bandwith yang lebar, oleh karena itu dapat digunakan untuk komunikasi broadband. Ada dua buah jenis kabel koaksial, sebagai berikut:
1. Thick Coaxial
Kabel jenis ini digunakan untuk kabel pada instalasi Ethernet antar gedung. Kabel ini dapat menjangkau jarak 500 m bahkan sampai 2500 m dengan memasang repeater.
2. Thin Coaxial
Kabel jenis ini cocok untuk jaringan rumah atau kantor. Kabel ini mirip seperti kabel antenna TV, harganya tidak mahal, dan mudah dipasangnya. Untuk memasangnya, kabel ini menggunakan konektor BNC. Pada jaringan jenis ini, untuk melakukan sambungan ke masing-masing komputer menggunakan konektor T.

c.) Serat Optik
Jaringan yang menggunakan F/O biasanya digunakan pada perusahaan besar. Hal ini disebabkan karena mahal dan pemasangannya sulit. Akan tetapi, jaringan dengan media ini memiliki kehandalan yang sangat baik dan kecepatan yang sangat tinggi ( sekitar 100 Mbps). Keunggulan lainnya adalah bebas dari gangguan lingkungan. Pembahasan mengenai serat optik ini akan dibahas secara lebih rinci pada bagian selanjutnya.

d.) Kabel Telepon
Kabel telepon adalah media yang digunakan untuk LAN beberapa tahun terakhir. Kabel ini biasanya digunakan untuk menghubungkan jaringan antar gedung. Kabel telepon yang digunakan untuk diluar gedung ini biasanya dilengkapi dengan 3 kawat, dimana 2 kawat digunakan untuk penghubung data, sementara yang satu lagi digunakan untuk mencegah agar kawat-kawat tidak putus jika dibentang. Konektor untuk kabel telepon adalah RJ-11

Seputar Jaringan Komputer

Komputer Server
Server adalah sistem komputer yang berjalan terus menerus di jaringan dengan tugas untuk melayani komputer lain (workstation) dalam jaringan. Banyak server yang memegang peranan tersebut, akan tetapi ada pula yang digunakan secara bersama untuk tujuan lain (misalnya sebagai workstation juga). Secara fisik, server hampir serupa dengan lomputer pada umumnya, meski konfigurasi hardware lebih sering dioptimisasi untuk memenuhi peranannya sebagai server. Perbedaan antar server dan komputer pada umumnya lebih terletak pada software yang digunakan.

Komputer Server Server juga secara sering menjadi host dalam mengontrol hardware yang akan di-share pada workstation seperti printer (print server) dan sistem file (file server). Proses sharing baik untuk kontrol akses dan keamanan, serta dapat mengurangi cost untuk duplikasi hardware (penggunaan hardware dapat optimal).
Beberapa istilah yang berhubungan dengan server adalah sebagai berikut:

Mail Server
Mail Server memiliki istilah teknis yaitu Mail Transfer Agent (MTA). Mail server adalah suatu aplikasi pada server yang bekerja menerima email datang dari user lokal dan meneruskannya ke user pada domain lain, atau sebaliknya.

Streaming Media Server
Streaming media adalah media yang digunakan untuk menyebarkan (menyampaikan) sesuatu untuk dikonsumsi (dibaca, dilihat, atau didengarkan). Penyampaiannya menggunakan jaringan. Contoh dari streaming adalah radio dan film (televisi).
Contohnya user dapat meminta video atau suara. Akan tetapi user tidak mempunyai kontrol penuh terhadap dan hanya terjadi komunikasi satu arah, yang dikenal dengan Video on Demand. Untuk situs yang berisikan aplikasi streaming dibutuhkan suatu server streaming untuk memproses layanan tersebut. Contoh dari aplikasi Streaming Server adalah VLC dan Darwin Server. Aplikasi streaming biasanya memiliki ekstensi *.tar.gz dan *.exe untuk diinstalasi. Masing-masing didukung oleh sistem operasi terentu. Aplikasi streaming *.tar.gz didukung oleh sistem operasi FreeBSD 5.2, Fedore 10.0, dan Red Hat, dalam proses instalasi. Sementara itu, sistem operasi Windows 2000 dan Windows XP mendukung instalasi aplikasi streaming berekstensi *.exe.

Web Server
Ada dua buah pengertian mengenai web server, sebagai berikut: Sebuah komputer yang bertanggung jawab untuk menerima request HTTP dari clients dan menyediakan Web Pages serta objek-objek yang berkaitan dengannya. Sebuah program komputer yang berfungsi seperti yang telah dijelaskan pada point pertama.

FTP Server
FTP Server adalah suatu server yang menjalankan software yang memberikan layanan tukar menukar file dengan selalu siap memberikan layanan FTP apabila mendapat request dari FTP client.

Ada dua jenis server komputer yang dapat dihubungi dengan fasilitas
FTP, yaitu :
a) Anonymous FTP Server atau dapat juga disebut Public FTP Server.
Server komputer ini dapat diakses dan terbuka bagi semua
pemakai internet. File-file dalam server ini dapat di-download
secara gratis. Untuk menggunakan Anonymous FTP ini pennguna
memasukkan login dengan username Anonymous dan password
yang dipakai berupa alamat e-mail atau dapat pula menggunakan
username guest tanpa password, hal ini tergantung dari server
FTP yang dituju.

b) Private FTP Server, Server komputer ini hanya bisa diakses dan
dipergunakan oleh user tertentu yang terdaftar secara resmi.
Server ini biasanya berisi data dan informasi pribadi yang khusus
digunakan untuk pemakai tertentu atau perusahaan tertentu.
Pemakai khusus ini biasanya mempunyai username dan password
untuk dapat terhubung dengan server jenis ini.
Sebuah server yang memberikan fasilitas FTP dapat dengan mudah
dikenali, biasanya sebuah server FTP akan memiliki alamat situs
dengan subdomain FTP, misalnya domain microfosft.com memberikan
fasilitas FTP pada subdomain ftp.microsoft .com.


Proxy Server
Proxy server adalah sebuah komputer server atau program komputer yang dapat bertindak sebagai komputer lainya untuk melakukan request terhadap content dari internet dan intranet (http://id.wikipedia.org/).
Proxy server bertindak sebagai gateway terhadap dunia internet untuk setiap komputer client. Dalam menjalankan tugasnya proxy server tidak terlihat oleh komputer client sebagai contoh saat seorang pengguna yang berinteraksi dengan Internet melalui sebuah proxy server tidak akan mengetahui bahwa sebuah proxy server sedang menangani request yang dilakukannya. Web server yang menerima request dari Proxy server akan menginterpresentasikan request-request tersebut seolah-olah datang secara langsung dari komputer client, bukan dari proxy server.
Proxy server dalam suatu jaringan memiliki tiga fungsi utama yaitu sebagai Connection sharing, filtering, dan caching.

a. Connection Sharing
Dalam suatu jaringan lokal yang terhubung ke jaringan lain atau internet, pengguna tidak langsung berhubungan dengan jaringan luar atau internet, tetapi harus melewati suatu gateway, yang bertindak sebagai batas antara jaringan lokal (privat) dan jaringan luar (publik). Gateway ini sangat penting, karena jaringan lokal harus dapat dilindungi dengan baik dari bahaya yang mungkin berasal dari internet, dan hal tersebut akan sulit dilakukan bila tidak ada garis batas yang jelas antara jaringan lokal dan internet. Gateway juga bertindak sebagai titik dimana sejumlah koneksi dari pengguna lokal akan terhubung kepadanya, dan suatu koneksi ke jaringan luar juga terhubung kepadanya. Dengan demikian, koneksi dari jaringan lokal ke internet akan menggunakan sambungan yang dimiliki oleh gateway secara bersama-sama (connection sharing). Dalam hal ini, gateway adalah juga sebagai proxy server, karena menyediakan layanan sebagai perantara antara jaringan lokal dan jaringan luar atau internet. singkatnya : 1 IP public dapat digunakan oleh banyak user, ( IPv4 sudah hampir habis dipakai….mari kita migrasi ke IPv6 ….. ) selain itu juga untuk melindungi jaringan dalam dari serangan luar.

b. Filtering
merupakan sebuah usaha pengamanan atau pembatasan sehingga dengan adanya filtering sebuah proxy server dapat mengamankan dan membatasi hak akses client pada jaringan privat. Jadi meskipun mula-mula dibuat sebagai cache nonsekuriti, tujuan utama proxy server sekarang menjadi firewalling. Proxy server memperbarui request layanan pada jaringan eksternal atas nama client mereka pada jaringan private. Ini secara otomatis menyembunyikan identitas dan jumlah client pada jaringan internal dari jaringan eksternal. Karena posisi mereka di antara client internal dan server publik, proxy juga dapat menyimpan content yang sering diakses dari jaringan publik untuk mengurangi akses ke jaringan publik tersebut. Kebanyakan implementasi nyata proxy sekuriti meliputi pemfilteran paket dan Network Address Translation untuk membangun firewall yang utuh. Teknologi tersebut dapat digabungkan dengan proxy untuk menghilangkan serangan yang terhadapnya proxy rentan.

c. Caching (Internet Object caching)
adalah suatu cara untuk menyimpan hasil permintaan internet-object. (seperti: data yang ada dari HTTP, FTP, dan ghoper protokol) untuk membuat sistem dekat dengan permintaan daripada ke sumber aslinya. Web browser dapat menggunakan lokal squid cache sebagai proxy HTTP server, ini akan mengurangi waktu akses seperti halnya penghematan bandwidth. Dengan kata lain sebuah client tidak harus melakukan kontak dengan server untuk meminta layanan akan tetapi client dapat mendapatkan layanan (data) yang sudah tersimpan pada proxy server, dengan hal ini maka akses akan semakin cepat.


Database Server
Sebuah database server adalah program komputer yang menyediakan layanan basis data untuk program komputer atau komputer lain. Basis data kadang diperlukan untuk sebuah aplikasi client-server. DBMS (Database Management System) sering menyediakan jasa basis data pada model client-server untuk akses basis data.


Saat ini, banyak vendor-vendor yang menyediakan jasa pembuatan server khusus yang dapat memenuhi kebutuhan user dan mudah dalam dalam perawatan serta penambahan hardware baru. Vendor-vendor tersebut antara lain adalah sebagai berikut:
ACER
DELL
EXTRON
HP
IBM


cr : berbagai sumber

Jumat, 11 Maret 2011

Kernel Linux

kernel adalah suatu perangkat lunak yang menjadi bagian utama dari sebuah sistem operasi. Tugasnya melayani bermacam program aplikasi untuk mengakses perangkat keras komputer secara aman.
Karena akses terhadap perangkat keras terbatas, sedangkan ada lebih dari satu program yang harus dilayani dalam waktu yang bersamaan, maka kernel juga bertugas untuk mengatur kapan dan berapa lama suatu program dapat menggunakan satu bagian perangkat keras tersebut. Hal tersebut dinamakan sebagai multiplexing.
Akses kepada perangkat keras secara langsung merupakan masalah yang kompleks, oleh karena itu kernel biasanya mengimplementasikan sekumpulan abstraksi hardware. Abstraksi-abstraksi tersebut merupakan sebuah cara untuk menyembunyikan kompleksitas, dan memungkinkan akses kepada perangkat keras menjadi mudah dan seragam. Sehingga abstraksi pada akhirnya memudahkan pekerjaan programer.
Untuk menjalankan sebuah komputer kita tidak harus menggunakan kernel sistem operasi. Sebuah program dapat saja langsung diload dan dijalankan diatas mesin ‘telanjang’ komputer, yaitu bilamana pembuat program ingin melakukan pekerjaannya tanpa bantuan abstraksi perangkat keras atau bantuan sistem operasi. Teknik ini digunakan oleh komputer generasi awal, sehingga bila kita ingin berpindah dari satu program ke program lain, kita harus mereset dan meload kembali program-program tersebut.
Sebuah kernel sistem operasi tidak harus ada dan dibutuhkan untuk menjalankan sebuah komputer. Program dapat langsung dijalankan secara langsung di dalam sebuah mesin (contohnya adalah CMOS Setup) sehingga para pembuat program tersebut membuat program tanpa adanya dukungan dari sistem operasi atau hardware abstraction. Cara kerja seperti ini, adalah cara kerja yang digunakan pada zaman awal-awal dikembangkannya komputer (pada sekitar tahun 1950). Kerugian dari diterapkannya metode ini adalah pengguna harus melakukan reset ulang komputer tersebut dan memuatkan program lainnya untuk berpindah program, dari satu program ke program lainnya. Selanjutnya, para pembuat program tersebut membuat beberapa komponen program yang sengaja ditinggalkan di dalam komputer, seperti halnya loader atau debugger, atau dimuat dari dalam ROM (Read-Only Memory). Seiring dengan perkembangan zaman komputer yang mengalami akselerasi yang signifikan, metode ini selanjutnya membentuk apa yang disebut dengan kernel sistem operasi.
Selanjutnya, para arsitek sistem operasi mengembangkan kernel sistem operasi yang pada akhirnya terbagi menjadi empat bagian yang secara desain berbeda, sebagai berikut:
• Kernel monolitik. Kernel monolitik mengintegrasikan banyak fungsi di dalam kernel dan menyediakan lapisan abstraksi perangkat keras secara penuh terhadap perangkat keras yang berada di bawah sistem operasi.
• Mikrokernel. Mikrokernel menyediakan sedikit saja dari abstraksi perangkat keras dan menggunakan aplikasi yang berjalan di atasnya—yang disebut dengan server—untuk melakukan beberapa fungsionalitas lainnya.
• Kernel hibrida. Kernel hibrida adalah pendekatan desain microkernel yang dimodifikasi. Pada hybrid kernel, terdapat beberapa tambahan kode di dalam ruangan kernel untuk meningkatkan performanya.
• Exokernel. Exokernel menyediakan hardware abstraction secara minimal, sehingga program dapat mengakses hardware secara langsung. Dalam pendekatan desain exokernel, library yang dimiliki oleh sistem operasi dapat melakukan abstraksi yang mirip dengan abstraksi yang dilakukan dalam desain monolithic kernel.
Kernel monolitik
Pendekatan kernel monolitik didefinisikan sebagai sebuah antarmuka virtual yang berada pada tingkat tinggi di atas perangkat keras, dengan sekumpulan primitif atau system call untuk mengimplementasikan layanan-layanan sistem operasi, seperti halnya manajemen proses, konkurensi (concurrency), dan manajemen memori pada modul-modul kernel yang berjalan di dalam mode supervisor.
Meskipun jika setiap modul memiliki layanan operasi-operasi tersebut terpisah dari modul utama, integrasi kode yang terjadi di dalam monolithic kernel sangatlah kuat, dan karena semua modul berjalan di dalam address space yang sama, sebuah bug dalam salah satu modul dapat merusak keseluruhan sistem. Akan tetapi, ketika implementasi dilakukan dengan benar, integrasi komponen internal yang sangat kuat tersebut justru akan mengizinkan fitur-fitur yang dimiliki oleh sistem yang berada di bawahnya dieksploitasi secara efektif, sehingga membuat sistem operasi dengan monolithic kernel sangatlah efisien—meskipun sangat sulit dalam pembuatannya.
Pada sistem operasi modern yang menggunakan monolithic kernel, seperti halnya Linux, FreeBSD, Solaris, dan Microsoft Windows, dapat memuat modul-modul yang dapat dieksekusi pada saat kernel tersebut dijalankan sehingga mengizinkan ekstensi terhadap kemampuan kernel sesuai kebutuhan, dan tentu saja dapat membantu menjaga agar kode yang berjalan di dalam ruangan kernel (kernel-space) seminim mungkin.
Di bawah ini ada beberapa sistem operasi yang menggunakan Monolithic kernel:
• Kernel sistem operasi UNIX tradisional, seperti halnya kernel dari sistem operasi UNIX keluarga BSD (NetBSD, BSD/I, FreeBSD, dan lainnya).
• Kernel sistem operasi GNU/Linux, Linux.
• Kernel sistem operasi Windows (versi 1.x hingga 4.x; kecuali Windows NT).
Mikrokernel
Pendekatan mikrokernel berisi sebuah abstraksi yang sederhana terhadap hardware, dengan sekumpulan primitif atau system call yang dapat digunakan untuk membuat sebuah sistem operasi agar dapat berjalan, dengan layanan-layanan seperti manajemen thread, komunikasi antar address space, dan komunikasi antar proses. Layanan-layanan lainnya, yang biasanya disediakan oleh kernel, seperti halnya dukungan jaringan, pada pendekatan microkernel justru diimplementasikan di dalam ruangan pengguna (user-space), dan disebut dengan server.
Server atau disebut sebagai peladen adalah sebuah program, seperti halnya program lainnya. Server dapat mengizinkan sistem operasi agar dapat dimodifikasi hanya dengan menjalankan program atau menghentikannya. Sebagai contoh, untuk sebuah mesin yang kecil tanpa dukungan jaringan, server jaringan (istilah server di sini tidak dimaksudkan sebagai komputer pusat pengatur jaringan) tidak perlu dijalankan. Pada sistem operasi tradisional yang menggunakan monolithic kernel, hal ini dapat mengakibatkan pengguna harus melakukan rekompilasi terhadap kernel, yang tentu saja sulit untuk dilakukan oleh pengguna biasa yang awam.
Dalam teorinya, sistem operasi yang menggunakan microkernel disebut jauh lebih stabil dibandingkan dengan monolithic kernel, karena sebuah server yang gagal bekerja, tidak akan menyebabkan kernel menjadi tidak dapat berjalan, dan server tersebut akan dihentikan oleh kernel utama. Akan tetapi, dalam prakteknya, bagian dari system state dapat hilang oleh server yang gagal bekerja tersebut, dan biasanya untuk melakukan proses eksekusi aplikasi pun menjadi sulit, atau bahkan untuk menjalankan server-server lainnya.
Sistem operasi yang menggunakan microkernel umumnya secara dramatis memiliki kinerja di bawah kinerja sistem operasi yang menggunakan monolithic kernel. Hal ini disebabkan oleh adanya overhead yang terjadi akibat proses input/output dalam kernel yang ditujukan untuk mengganti konteks (context switch) untuk memindahkan data antara aplikasi dan server.
Beberapa sistem operasi yang menggunakan microkernel:
• IBM AIX, sebuah versi UNIX dari IBM
• Amoeba, sebuah kernel yang dikembangkan untuk tujuan edukasi
• Kernel Mach, yang digunakan di dalam sistem operasi GNU/Hurd, NexTSTEP, OPENSTEP, dan Mac OS/X
• Minix, kernel yang dikembangkan oleh Andrew Tanenbaum untuk tujuan edukasi
• Symbian OS, sebuah sistem operasi yang populer digunakan pada hand phone, handheld device, embedded device, dan PDA Phone.
Kernel hibrida
Kernel hibrida aslinya adalah mikrokernel yang memiliki kode yang tidak menunjukkan bahwa kernel tersebut adalah mikrokernel di dalam ruangan kernel-nya. Kode-kode tersebut ditaruh di dalam ruangan kernel agar dapat dieksekusi lebih cepat dibandingkan jika ditaruh di dalam ruangan user. Hal ini dilakukan oleh para arsitek sistem operasi sebagai solusi awal terhadap masalah yang terjadi di dalam mikrokernel: kinerja.
Beberapa orang banyak yang bingung dalam membedakan antara kernel hibrida dan kernel monolitik yang dapat memuat modul kernel setelah proses booting, dan cenderung menyamakannya. Antara kernel hibrida dan kernel monolitik jelas berbeda. Kernel hibrida berarti bahwa konsep yang digunakannya diturunkan dari konsep desain kernel monolitik dan mikrokernel. Kernel hibrida juga memiliki secara spesifik memiliki teknologi pertukaran pesan (message passing) yang digunakan dalam mikrokernel, dan juga dapat memindahkan beberapa kode yang seharusnya bukan kode kernel ke dalam ruangan kode kernel karena alasan kinerja.
Di bawah ini adalah beberapa sistem operasi yang menggunakan kernel hibrida:
• BeOS, sebuah sistem operasi yang memiliki kinerja tinggi untuk aplikasi multimedia.
• Novell NetWare, sebuah sistem operasi yang pernah populer sebagai sistem operasi jaringan berbasis IBM PC dan kompatibelnya.
• Microsoft Windows NT (dan semua keturunannya).
Exokernel
Sebenarnya, Exokernel bukanlah pendekatan kernel sistem operasi yang umum—seperti halnya microkernel atau monolithic kernel yang populer, melainkan sebuah struktur sistem operasi yang disusun secara vertikal.
Ide di balik exokernel adalah untuk memaksa abstraksi yang dilakukan oleh developer sesedikit mungkin, sehingga membuat mereka dapat memiliki banyak keputusan tentang abstraksi hardware. Exokernel biasanya berbentuk sangat kecil, karena fungsionalitas yang dimilikinya hanya terbatas pada proteksi dan penggandaan sumber daya.
Kernel-kernel klasik yang populer seperti halnya monolithic dan microkernel melakukan abstraksi terhadap hardware dengan menyembunyikan semua sumber daya yang berada di bawah hardware abstraction layer atau di balik driver untuk hardware. Sebagai contoh, jika sistem operasi klasik yang berbasis kedua kernel telah mengalokasikan sebuah lokasi memori untuk sebuah hardware tertentu, maka hardware lainnya tidak akan dapat menggunakan lokasi memori tersebut kembali.
Exokernel mengizinkan akses terhadap hardware secara langsung pada tingkat yang rendah: aplikasi dan abstraksi dapat melakukan request sebuah alamat memori spesifik baik itu berupa lokasi alamat physical memory dan blok di dalam hard disk. Tugas kernel hanya memastikan bahwa sumber daya yang diminta itu sedang berada dalam keadaan kosong—belum digunakan oleh yang lainnya—dan tentu saja mengizinkan aplikasi untuk mengakses sumber daya tersebut. Akses hardware pada tingkat rendah ini mengizinkan para programmer untuk mengimplementasikan sebuah abstraksi yang dikhususkan untuk sebuah aplikasi tertentu, dan tentu saja mengeluarkan sesuatu yang tidak perlu dari kernel agar membuat kernel lebih kecil, dan tentu saja meningkatkan performa.
Exokernel biasanya menggunakan library yang disebut dengan libOS untuk melakukan abstraksi. libOS memungkinkan para pembuat aplikasi untuk menulis abstraksi yang berada pada level yang lebih tinggi, seperti halnya abstraksi yang dilakukan pada sistem operasi tradisional, dengan menggunakan cara-cara yang lebih fleksibel, karena aplikasi mungkin memiliki abstraksinya masing-masing. Secara teori, sebuah sistem operasi berbasis Exokernel dapat membuat sistem operasi yang berbeda seperti halnya Linux, UNIX, dan Windows dapat berjalan di atas sistem operasi tersebut.

Menginstal Sistem Operasi Windows XP, Linux Redhat berbasis Text, dan Linux Ubuntu

Sistem Operasi Windows XP

1.Pastikan pada komputer sudah tersedia CD-ROM. Masukkan CD Windows XP ke dalam CD-ROM.Nyalakan computer.Saat proses booting ,tekan tombol Delete atau Del pada keyboard untuk mengubah BIOS.Pilih Advenced Bios Features, sehingga akan tampil pilihan-pilihan menu selanjutnya. Pada bagian First Boot Device, ganti pilihan menjadi CD-ROM, kemudian tekan tombol Enter. Untuk menyimpan pilihan, tekan F10 pada keyboard. Setelah itu jawab Yes.

2.Selanjutnya, tekan tombol Enter untuk menuju langkah selanjutnya. Tunggu sampai tampil layar Welcome to setup. Ada tiga hal yang dapat dikerjakan, yaitu :

• Tekan tombol Enter jika ingin melanjutkan proses instalasi.
• Tekan tombol F3 jika ingin membatalkan proses instalasi
• Tekan R (Repair) jika ingin memperbaiki Windows XP yang sudah ada.

3.Karena kita ingin menginstal, maka tekan tombol Enter. Setelah itu kita dimintai lisensi dari perusahaan, jika setuju dengan lisensi tersebut, tekan tombol F8, tapi jika tidak setuju dengan lisensi tersebut, tekan tombol Escape. Tekan tombol F8 untuk melanjutkan proses instalasi.

4.Pada langkah selanjutnya, kita diberi kesempatan untuk membuat partisi harddisk. Jika kita tidak ingin membuat partisi harddisk tekan tombol Enter untuk menuju proses selanjutnya.

5.Jika ingin membuat partisi harddisk, kita harus menghapus partisi yang ada dengan menekan tombol D (Delete). Setelah menekan D (Delete), akan muncul konfirmasi apakah kita benar-benar ingin menghapus partisi. Jika ya, tekan tombol Enter, kemudian tekan L (Delete) untuk melanjutkan proses penghapusan. Partisi kita sekarang telah terhapus. Setelah partisi yang lama terhapus, tekan tombol C (Create) untuk membuat partisi baru, maka akan tampil Create partition of Size (in MB) :………. Disini, kita akan diminta untuk memasukkan ukuran partisi yang kita inginkan.
Misalkan, jika ukuran harddisk 20 GB, kita bisa ketikkan 10240 MB (10 GB), kemudian tekan Enter. Partisi yang pertama ini akan menjadi drive C. Pilih sisanya dan tekan C (Create). Partisi yang kedua akan menjadi drive D. Selanjutnya, tekan tombol Enter untuk melanjutkan instalasi.


6.Pada langkah selanjutnya, kita diminta untuk menentukan tipe system FAT atau NTFS yang akan digunakan.

• Format the partition using the NTFS file system
• Format the partition using the FAT file system

Pilih Format the partition using the NTFS file system, kemudian tekan tombol Enter. Selanjutnya, tunggu proses formatting partition dan setup copy files sampai 100%. Komputer akan di-restart, kemudian akan muncul proses Installing Windows XP. Tunggu sampai muncul kotak dialog Windows XP Professional Setup. Selanjutnya, tekan tombol Next.

7.Selanjutnya akan muncul layar Personalize Your Software. Kita akan diminta untuk memasukkan nama dan organisasi. Misalkan, nama dan organisasi kita ketik seperti di bawah ini. (sekedar contoh)

• Name : XI TKJ
• Organization : TKJ SMK NEGERI 3 BALIKPAPAN

8.Selanjutnya, kita diminta memasukkan nomor produk pada layar Your Product Key. Nomor produk biasanya ada pada bagian file Serial di CD Windows XP ataupun di sampul CD Windows yang di-install. Jika sudah, tekan tombol Next.

9.Selanjutnya akan muncul layar Computer Name and Administrator Password. Pada bagian ini, kita diminta untuk memasukkan nama komputer, password administrator, dan konfirmasi password.Misalnya,untuk contoh,ketikkan :

• Computer Name : TKJ
• Administrator Password : 123456
• Confirm Password : 123456

10.Jika sudah selesai, tekan tombol Next, maka akan muncul layar Date and Time Settings. Pada bagian ini, kita diminta untuk menentukan bentuk tanggal, waktu, dan zona waktu yang akan digunakan. Jika sudah, tekan tombol Next, dan tunggu proses sampai muncul layar Network Settings.

11.Pada layar Network Settings ada dua pilihan :

• Typical Settings
Pilihan ini digunakan untuk membuat jaringan secara otomatis, sehingga jaringan dan alamat TCP/IP terpasang secara otomatis.

• Custom Settings
Pilihan ini memberi kesempatan untuk mengkonfigurasi komponen jaringan secara manual. Misalnya, pilih Typical Settings, kemudian tekan tombol Next. Selanjutnya akan muncul layar Workgroup or Computer domain.

12.Pada layar Workgroup or Computer domain, pengguna diminta untuk menentukan nama workgroup atau nama domain komputer. Ada dua pilihan yang dapat dipilih :

• No, this computer is not a network, or is on a network without a domain. Make this Computer a member of the following workgroup
Pilih pilihan ini jika komputer pengguna tidak menggunakan jaringan.

• Yes, make this Computer a member of the following domain
Pilih pilihan ini jika komputer pengguna adalah komputer jaringan.

Misalnya, pilih NO. Setelah pengguna memilih NO, pengguna harus memasukkan nama workgroup. Nama workgroup bebas, tidak boleh memakai spasi. Jika sudah mengisi nama workgroup, tekan tombol Next hingga muncul layar How will this Computer Connect to the Internet ?

13.Pada layar How will this Computer Connect to the Internet? Pilih skip.

14.Pada layar Collecting Registration Information, pengguna diminta untuk mengisi daftar registrasi. Jika tidak ingin mengisi daftar registrasi, tekan tombol Skip, sedangkan jika ingin mengisi daftar registrasi, tekan tombol Next. Misalnya, tekan tombol Skip, maka akan tampil layar selanjutnya, yaitu Who will use this computer ?

15.Pengguna diminta memasukkan nama-nama user yang akan menggunakan komputer tersebut. Jika sudah, tekan tombol Next, sehingga muncul layar terakhir, yaitu Thank you! Pada layar tersebut, tekan tombol Finish dan tunggu prosesnya. Proses instalasi Windows XP telah selesai.

Sistem Operasi Red Hat Linux

Pastikan pada komputer sudah tersedia CD-ROM. Masukkan CD Red Hat ke dalam CD-ROM.Nyalakan computer.Saat proses booting ,tekan tombol Delete atau Del pada keyboard untuk mengubah BIOS.Pilih Advenced Bios Features, sehingga akan tampil pilihan-pilihan menu selanjutnya. Pada bagian First Boot Device, ganti pilihan menjadi CD-ROM, kemudian tekan tombol Enter. Untuk menyimpan pilihan, tekan F10 pada keyboard. Setelah itu jawab Yes.

Ketika menginstal Sistem Operasi Ubuntu maka akan tampil berbagai perintah seperti di bawah ini:
1.Muncul tampilan yang akan memeberi tahu apakah ingin menginstall Red Hat dengan mode grafik atau text.
Jika ingin menginstall dalam mode grafik tekan ENTER, jika ingin menginstall dalam mode text tulis “linux text” (tanpa tanda kutip) lalu tekan ENTER

2.Muncul tampilan apakah anda ingin mengetes CD Red Hat atau kah tidak?
Jika iya, maka tekan OK jika tidak maka tekan skip

3.Masuk pada tampilan pemilihan bahasa, jika sudah menentukan bahasa yang sesuai tekan next

4.Keyboard configuration memungkinkan anda mensetting jenis keyboard yang anda gunakan, dianjurkan untuk menggunakan model USA kemudian next

5.Mouse configuration untuk mengatur jenis mouse yang tersambung pada PC anda, kemudian next

6.Masuk pada tampilan Installation Type. Terdapat beberapa pilihan yaitu :
-Personal desktop, jika komputer anda hanya ingin digunakan sebagai komputer pribadi
-Workstation, jika anda ingin komputer anda sebagai workstation
-Server, jika anda ingin komputer anda sebagai server
-Custom, jika anda ingin memodifikasi type instalasi yang anda inginkan

7.Disk partitioning setup, pada bagian ini anda bisa mempartisi harddisk sesuai kapasitas HDD anda
-automatically partition, partisi dilakukan secara otomatis sesuai dengan kapasitas Hard Disk
-manually partition with disk druid, melakukan partisi secara manual oleh user

8.Automatic Partitioning, disini anda diberi pilihan apakah anda ingin:
Remove all linux partitions on this system : menghapus semua partisi linux pada sistem anda
Remove all partitions on this system : menghapus semua partisi pada sistem anda
Keep all partitions and use excisting free space : menjaga semua partisi dan menggunakan ruang kosong.

9.Muncul BOOT LOADER CONFIGURATION dengan pilihan program GRUB dan LILO.
Pilih GRUB.

10.Pilih Leave Blank Lalu ok.

11.Pilih Ok pada Pilihan MBR(Master Boot Record).

12.Firewall configuration, mengatur firewall. Pilih No Firewall kemudian Ok.

13.Pilih bahasa penginstalan.

14.Time zone selection, menentukan waktu sesuai dengan GMT di wilayah anda.

15.Set root Password
-root password : isi dengan password yang anda inginkan yang merupakan super user,
-confirm : ulangi password yang anda masukkan

16.Konfirmasi ulang pengaturan yang anda lakukan sebelumnya, jika anda setuju maka pilih accept the current package list, jika tidak maka pilih customize the set of packages to be installed.

17.Mulai menginstal

18.Boot disketee creation, jika anda memiliki disket anda bisa menggunakannya disini untuk menyimpan settingan boot, anda hanya perlu memilih yes, I would like to create a boot diskette atau jika anda tidak menginginkannya tinggal pilih no, I do not want to create a boot diskette. Kemudian next jika anda sudah selesai dengan pengaturan anda.

19.Ghrapical interface configuration,mengatur grafik pada komputer anda.

20.Monitor configuration, mengatur jenis monitor yang sesuai dan resolusi yang diinginkan.

21.Customize graphic configuration, mengatur grafik. Pilih mode Text, lalu Ok.

22.Welcome screen, tampilan yang muncul ketika pengaturan sudah selesai dilakukan

23.User account, berisi data profil anda sebagai pengguna red hat. Anda harus mengisi nama serta password agar bisa masuk ke dalam sistem operasi red hat

24.Date and time, mengatur waktu dan tanggal sesuai keadaan setempat

25.Sound card, mengatur sound card yang terpasang pada komputer

26.Red hat network, mengatur jaringan

27.Additional cds

28.Finish setup, installasi telah sukses dilakukan dan red hat siap dijalankan.

Sistem Operasi Ubuntu

Pastikan pada komputer sudah tersedia CD-ROM. Masukkan CD Ubuntu ke dalam CD-ROM.Nyalakan computer.Saat proses booting ,tekan tombol Delete atau Del pada keyboard untuk mengubah BIOS.Pilih Advenced Bios Features, sehingga akan tampil pilihan-pilihan menu selanjutnya. Pada bagian First Boot Device, ganti pilihan menjadi CD-ROM, kemudian tekan tombol Enter. Untuk menyimpan pilihan, tekan F10 pada keyboard. Setelah itu jawab Yes.

Ketika menginstal Sistem Operasi Ubuntu maka akan tampil berbagai perintah seperti di bawah ini:
1.Language, menentukan bahasa yang sesuai
2.Muncul pilihan seperti berikut:
-Coba ubuntu tanpa melakukan perubahan di komputer anda
-Install ubuntu
-Periksa kerusakan cakram
-Uji memori
-Boot dari harddisk pertama
Pilih install ubuntu jika anda ingin menginstall Ubuntu dari awal

3.Welcome screen, disini anda dapat mengatur bahasa yang sesuai, kemudian forward

4.Konfigurasi waktu, memungkinkan anda untuk mengatur waktu di daerah setempat, kemudian forward

5.Susunan papan ketik, mengatur jenis papan ketik yang anda gunakan (pilihan yg disarankan=USA) kemudian forward

6.Mempersiapkan ruang harddisk, merupakan pilihan untuk mempartisi harddisk
Anda dapat memilih Hapus dan gunakan seluruh cakram atau tentukan partisi secara manual, kemudian forward

7.Pengaturan profil, disini anda dapat mengisi nama anda, password serta nama komputer yang anda gunakan. Kemudian forward

8.Persiapan untuk instalasi, tekan pasang

9.Menginstall sistem,

10.Restart PC, disini PC akan restart untuk mengoptimalkan kinerja sistem operasi.
Search Engine Submission - AddMe